Bau mulut umum dijumpai saat kita berpuasa.Ini merupakan keluhan yang sering ditemui pada saat sedang menjalankan ibadah ini. Bau mulut yang tidak sedap ini sering dipandang sebagai masalah. Sehingga orang berusaha untuk mencegahnya. Bau mulut atau halitosis dalam istilah medis ini sebenarnya beragam jenisnya, tidak sekedar baunya. Karena terkadang menggambarkan keadaan yang sakit seseorang.
Secara sederhana halitosis atau bau mulut dibagi dua yaitu halitosis yang bersifat fisiologis ( normal) dan yang bersifat patologis ( sakit). Bau mulut yang bersifat normal terjadi karena berkurangnya air liur sehingga timbul napas yang kurang sedap. Misal pada saat bangun tidur mulut berbau karena terjadi kurangnya saliva (air liur) selama tidur. Demikian juga kita yang berpuasa, kondisinya juga kekurangan air liur yang disebabkan keadaan tubuh yang kekurangan cairan.
Halitosis yang tidak norml biasanya berasal dari kelainan dalam mulut. Seperti pada susunan geligi yang berlubang, sisa-sisa akar, karang gigi, peradangan gusi, tambalan yang sudah rusak dan tidak diperbaiki. Bau ini timbul karena bakteri bersama siasa makanan, cairan ludah membentuk senyawa gas volatile sulfur compound (VSC) yang komponen utamanya hidrogen sulfida ( ingat bau buang angin?kandungannya juga H2S).Jadi gas inilah yang menimbulkan bau tidak enak.
Ada juga halitosis yang disebabkan dari rongga mulut, misal pada penyakit kencing manis (DM), kelainan saluran pencernaan bagian bawah, dll. Pada diabetes mellitus salah satu penyebab bau mulut karena terjadi pengurangan pasokan oksigen ke dalam mulut sehingga menyebabkan perkembangbiakan kuman anaerob menjadi lebih banyak.
Dari sini jelaslah bahwa walau tidak ada asupan makanan dan minuman pada saat berpuasa bau mulut akan tetap ada.
Pencegahan Bau Mulut atau halitosis
Kondisi bau mulut yang disebabkan kerusakan bagian-bagian rongga mulut ini akan bertambah buruk pada saat berpuasa. Salah satunya disebabkan air liur yang berkurang jumlahnya. Komponen-komponen yang terdapat dalam air liur turut menjaga kesehatan rongga mulut dan secara otomatis dapat mengurangi bau mulut.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berpuasa untuk mengurangi dan mencegah bau mulut. Sebelum berpuasa periksakanlah kesehatan gigi dan mulut misalnya membersihkan karang gigi dan menambal gigi. Dokter Gigi anda pasti akan mengarahkan mana yang terbaik. Lalu tetap melakukan perawatan gigi selama berpuasa. Gosoklah gigi minimal sehari dua kali, yakni saat setelah sahur dan sebelum tidur pada malam hari.Membersihkan celah gigi dengan dental floss ( benang khusus untuk gigi) juga perlu dilakukan.Cukuplah minum air putih saat sahur ,konsumsi sayur dan buah .
Kebersihan lidah juga harus diperhatikan. Karena sisa makan dapat juga menempel di lidah. Permukaan lidah itu merupakan tempat yang nyaman untuk perkembangbiakan bakteri-bakteri penyebab bau mulut.
Ritual sebelum sholat yaitu berkumur -kumur saat berwudu juga membantu mengurangi bau mulut karena air liur menjadi tidak terlalu pekat dan dirangsang peningkatan jumlahnya.
Lalu yang tak kalah penting, hindari kebiasaan merokok karena kandungan-kandungan dalam setiap batang rokok dapat memperburuk kondisi kesehatan mulut dan menyebabkan berkurangnya air liur.Makanan yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap seperti jengkol,petai dan bawang kalau bisa dihindari juga.
Selamat menjalankan beraktivitas di bulan puasa ini tanpa gangguan bau mulut.
(artikel ini di muat di harian Kaltim Post kalimantan timur , jumat 05 September 2008. Dilakukan editing untuk disesuaikan dengan edisi online / blog )


Wah masalah bau membau yah pak ini. Tapi yang saya lihat disini semakin bau iklan, dari berbagai sumber.
Maaf pak, selamat memoneytize blog semoga tambah rame saja.
Sungguh bau mulut orang yang shaum lebih harum daripada bau misk di sisi Allah..
info yang menarik dan bermanfaat, pak fajar. tapi sungguh benar seperti yang disampaikan totz, bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di mata Allah. wah, hingga saat ini saya belum bisa menghentikan kebiasaan merokok, pak fajar.