Insiden Zakat Berduka Pasuruan : Nyawa Duapuluh Satu Fakir Miskin Ditukar Zakat Tiga Puluh Ribu?

Pasuruan berduka dengan meninggalnya dua puluh satu nyawa, sebuah kesia-siaan? dua puluh satu wanita lanjut usia meregang nyawanya saat mengantre pembagian zakat mal (harta benda) di Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Pasuruan, Jawa Timur. Para fakir miskin itu meninggal dunia kerena terinjak-injak rekannya saat berebutan jatah uang Rp30 ribu dari keluarga H Syaikon. Salah siapa? Apakah tradisi begini masih harus diteruskan? paling tidak tragedi ini membuat pasuruan berduka disaat bulan puasa.

Berdasarkan informasi media, sejak pagi hari ribuan warga miskin dari Kota Pasuruan dan sekitarnya telah antre menunggu pembagian zakat disekitar rumah H Sayaikon. Lokasi pembagian zakat dilakukan di depan musala keluarga yang ada di sebelah timur rumah H Syaikon. Proses pembagian pun dimulai sekira pukul 09.00 WIB.

Namun, karena panitia acara tidak memiliki kesiapan menghadapi massa maka akhirnya tragedi yang merenggut belasan nyawa manusia ini tidak terelakkan. Panitia tidak menyediakan kupon antrean. dan tidak ada aparat polisi yang dilibatkan akibatnya?


Alhasil begitu pintu gerbang rumah dibuka, ribuan fakir miskin yang mayoritas wanita langsung menyerbu masuk menuju meja panitia. Saat itulah, massa saling berdesakan, beberapa orang terjatuh, terinjak dan akhirnya meregang nyawa. Ironisnya, saat acara berlangsung tidak ada satupun aparat keamanan yang menjaga ketertiban. Bahkan, aparat baru datang ke lokasi setelah diberitahu para kru media.

Ny. Syaikon selaku pihak penyelenggara acara ini menyatakan tidak ikut bertanggungjawab atas tragedi ini. Dia mengaku tidak mengundang para fakir miskin ini ke rumahnya. Hanya saja, acara semacam ini sudah rutin dilakukan setiap tahun sejak tahun 1975. Jadi? siapa yang bertanggung jawab?

Para korban saat ini telah dievakuasi ke RS dr. Sudarsono. Proses pembagian zakat pun langsung dihentikan sekira pukul 11.05 akibat insiden ini.

Sebuah peristiwa mulia tetapi tanpa perencanaan yang baik, menjadi peristiwa tragis di pasuruan. Adakah akan terulang lagi?

3 Comments For This Post

  1. aRuL Says:

    innalillahi wa inna ilahi rojiun,,,, tragis banget…

  2. pLuto Says:

    Orang kita emang seneng dorong-dorongan walaupun sudah diatur. kecuali tentara.

  3. spidolhitam Says:

    selama yang kaya terus-menerus menciptakan jurang pemisah dengan si miskin, sepertinya yang seperti ini masih terus bakal kita temui mas

Leave a Reply

  • Popular
  • Latest
  • Comments
  • Tags
  • Subscribe
Advertise Here