Beberapa hari ini harian Tribun kaltim memblow up kisah perjalanan Ibu anita yang tertahan di klinik Afiat karena belum tidak mampu membayar tagihan berobat yang nilanya puluhan juta.
mau ceritanya: berikut kutipan dari harian Tribun kaltim hari ini:
Derita Anita Diklik 20.825 Pengakses Internet
Rabu 18-06-2008 | 04:00:00
CERITA pilu mengenai penderitaan Ny Anita, pasien penderita penyakit paru-paru yang telah keluar dari Klinik Al-Afiat, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan sekarang sudah bersama anggota keluarganya di La Bangka, Penajam Paser Utara, mengundang simpati banyak orang. Bahkan, sejak berita itu muncul di www.kompas.com, sudah ada sekitar 20.825 pengakses internet yang mengklik berita itu. Bahkan, hingga Selasa (17/6) malam, berita itu menduduki rangking ke delapan untuk berita terpopuler di kompas.com, mengalahkan ribuan berita lainnya.
Mereka terharu karena beban berat Anita, sudah teringankan berkat bantuan para dermawan yang dengan ikhlas dan tulus membantu kepulangan Anita. Lima tulisan feature yang ditulis lima seri itu masing-masing berjudul, Anakku Mana Bu…. Anakku Mana…?, Rp 19 Juta buat Anita…, Ya Allah… Berilah Saya Rezeki, Saya Ingin Memeluk Khalif Akbar… dan Doa Anita buat Sang Dermawan.
Bahkan, Wakil General Manager Bisnis Kompas.com, Edi Taslim, Selasa (17/6) sempat mengirimkan SMS kepada Pemred Tribun Kaltim Achmad Subechi, setelah membaca berita itu. “Saya salut sama orang yang memberikan uang buat Anita. Nilainya besar dan dia mau datang ke kantor Tribun hanya untuk memberikan bantuan. Itu lebih hebat. Dia bisa aja transfer, tapi karena peduli… Ini salah satu contoh dari esensi dan tujuan surat kabar yang sangat pas. Apalagi beritanya people banget,” tulis Edi Taslim melalui SMS.
Tidak hanya Edi Taslim yang mengaku merinding. Para pembaca Kompas.com, juga ikut memberikan komentar setelah membaca berita itu. “Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga pada kita terutama dalam kehidupan yang semakin jauh dari nilai-nilai kepedulian sosial. Apalagi sekarang Indonesia baru banyak orang yang keblinger dengan harta dan kekuasaan tanpa pedulikan nasib orang disekitarnya,” kata Arif dalam komentarnya.
Pembaca lain bernama Yan, juga memberikan komentar yang sama. “Semoga Tuhan memberkati para donatur Anita. Juga salut untuk Sdri Ambarwati –karyawati bagian kasir di Klini Al-Afiat– sudah dengan jujur memberikan keterangan bahwa masih ada sisa saldo untuk Anita…..”
Saldo atau deposit Anita di klinik itu muncul setelah ada seorang pria datang ke klinik sambil membawa sebuah amplop berwarna coklat berisi uang tunai Rp 5 juta. Sayangnya pria itu menolak menyebutkan identitasnya. Dia menyerahkan uang itu kepada Ambarwati, petugas kasir di klinik Al-Afiat. “Ini uang untuk melunasi biaya perawatan dan pengobatan Anita,” kata Ambarwati menirukan ucapan hamba Allah. Itu berarti biaya perawatan dan pengobatan Anita di klinik lunas.
Lain lagi komentar Arie, pembaca kompas.com. “Allahu Akbar, semoga dermawan yang menolong Anita beserta keluarganya diberikan rezeki yang berlimpah-limpah dan dipanjangkan umurnya dan dosa-dosanya yang kecil maupun yang besar diampunin oleh Allah SWT. Dan untuk Anita disehatkan badannyaya dan diangkat semua penyakitnya. Amin Ya Rabbal Alamin.”
untuk cerita lainnya silakan buka link ini:
http://www.tribunkaltim.com/Balikpapan/Masih-Kurang-Rp-33-Juta.html
http://www.tribunkaltim.com/Balikpapan/Rp-19-Juta-buat-Anita.html






























Be The First To Comment
Related Post
Please Leave Your Comments Below