Setelah berita tentang medali perunggu dari Angkat besi yang diperoleh Eko Yuli Irawan di kelas 56 kg, maka kembali atlet Kalimantan Timur (Kaltim) menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam olimpiade di Beijing. Nama atket angkat besi yang memperoleh medali emas tersebut bernama Triyatno.Sebuah perjuangan yang berat dalam olimpiade tersebut, mengingat persaingan yang cukup ketat. Tidak sia-sia keberhasilan rekan sebelumnya menjadi inspirasi buat kesuksesan selanjutnya. Artinya apa? Sebuah kesuksesan di event semacam olimpiade Beijing ini bisa saja terjadi sehingga medali emas, perak ataupun perunggu bisa diperoleh.
Kembali pada lifter Triyatno,kesuksesan Tri merebut medali perunggu kemarin cukup dramatis. Suksesnya membukukan angkatan snatch 135 kg membuatnya cukup berpeluang merebut medali. Itu adalah angkatan terbaik ketiga snatch. Namun, dia dalam tekanan setelah angkatan clean & jerk seberat 163 kg dua kali mengalami kegagalan. Beruntung, pada kesempatan ketiga dia melakukan angkatan dengan sempurna.
Dalam perlombaan yang digelar di Beijing University of Auronatics & Astronautics itu, Tri berhasil membukukan angkatan total 298 kg. Seberat 135 kg pada angkatan snatch, dan 163 kg pada angkatan clean & jerk.
Medali emas direbut lifter tuan rumah Zhang Xiangxiang yang membukukan angkatan total 319 kg (snatch 143 dan clean & jerk 176). Perak direbut lifter Kolombia Diego Salazar yang membukukan angkatan total 305 kg (snatch 138 dan clean & jerk 167).
Nah kita tunggu medali emas. perak, perunggu dari cabang yang lainnya terutama bulu tangkis yang memang mentradisikan medali dalam olimpiade sebelumnya.





















Pertamaxxx dulu..