Calon dokter dan Fakultas Kedokteran Tertipu???

Profesi dokter masih begitu menggiurkan bagi sebagaian masyarakat dan sebuah prestise katanya. Banyak cara ditempuh orang untuk menjadi seorang dokter, Ada yang halal, abu-abu, dan tidak halal. Wah repotnya kalau yang ditempuh jalan yang tidak benar, bagaimana nantinya kalau sudah menjadi seorang profesi dokter?? Bisa -bisa pasiennya juga ditipu juga. Benarkah memang ada calon dokter dan fakultas kedokteran yang tertipu?

Simak saja berita di Jawa Pos kamis tanggal 16 oktober 2008.  Judulnya Kisah Mahasiswa ”Transfer Palsu” Fakultas Kedokteran Undip, semarang. Bagaimana tidak tiga tahun menggagur, lalu tiba2 bisa masuk semester empat, dan lolos sampai dua tahun kuliah tidak diketahui pihak rektorat bahwa ini mahasiswa palsu??? Bingung, cemas, malu, perasaan apalagi ya?? simak beritanya :

Kisah Mahasiswa ”Transfer Palsu” Fakultas Kedokteran Undip
Tiga Tahun Menganggur, Langsung Masuk Semester IV

Sekolah di kompleks Ponpes Darul Ulum, Jombang, Jatim, menjadi tempat Ali Yahya, tersangka utama praktik “transfer palsu” di Fakultas Kedokteran Undip, mencari “calon” mahasiswa. Bagaimana mereka tergiur ikut jalan pintas itu?

AHMAD MUSTAIN SALEH, Bangkalan

DUA tahun kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, adalah pengalaman berharga bagi Erly Idawati. Karena itu, saat dia tiba-tiba dikeluarkan oleh pimpinan universitas setelah polisi mengungkapkan bahwa dia masuk secara ilegal (menggunakan bukti transfer palsu), Erly pun terpukul.



Saat Radar Madura (Jawa Pos Group) berkunjung ke rumahnya di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura, Erly tampak duduk termangu di toko onderdil motor milik ayahnya. Namun, begitu mengetahui kedatangan wartawan, setelah mempersilakan duduk, gadis berambut sebahu dan berkacamata itu memilih masuk kamar.

“Kasihan anak kami, Pak. Dia sedang banyak pikiran. Kenapa musibah ini menimpa kami?” kata ibu Erly, Ny Nakib Syahroni.

Erly adalah salah satu dari lima mahasiswa FK Undip yang pekan lalu dikeluarkan dari kampus. Selain Erly, empat yang lain adalah Jamali Maulana, warga Gresik; Ayu Merzafani (Jombang); Husnul Mala (Gresik); dan Afriza (Jember).

Di desanya Erly Idawati dikenal sebagai gadis berparas cantik dan berprestasi di sekolah. Karena itu, saat dia diberitakan masuk FK Undip, Semarang, warga pun maklum. “Sejak kecil dia bercita-cita jadi dokter,” kata H Nakib Syahroni, sang ayah.

Menurut Nakib, sejak duduk di SD Erly selalu giat belajar. Hasilnya, hingga saat SMP di Geger, Erly selalu meraih peringkat di kelas. “Selalu peringkat satu. Paling apes turun ke ranking dua,” ujar Abah, sapaan akrab Nakib, yang punya usaha penjualan onderdil motor itu.

Prestasi itu membuat Erly menerima beasiswa. Bahkan, saat sang anak duduk di SMP, Nakib yang kerap mengambilkan uang beasiswa di Kantor Pos Bangkalan setiap bulan.

Selulus SMP pada 2000, Erly melanjutkan SMA di Darul Ulum, yang berada di lingkungan ponpes terkenal Darul Ulum Jombang. “Itu kan sekolah favorit di Jawa Timur. Erly sangat senang dan semangat belajar. Apalagi belajar di sana kami anggap bisa mempermudah dia jadi dokter,” katanya

Pada 2003 Erly lulus. Cita-citanya menjadi seorang dokter seakan semakin dekat saat Muhammad Ali Yahya, seseorang dari kalangan Ponpes Darul Ulum, menawari keluarga Erly membantu meloloskan Erly ke fakultas kedokteran.

“Ali Yahya kan keluarga pondok. Jadi, kami sebagai santrinya tentu saja percaya dan menyerahkan segalanya kepadanya,” kata Abah.

Sesuai petunjuk Ali Yahya, awalnya Erly berangkat ke Bandung. Alasannya, pria yang di kalangan ponpes akrab dipanggil Gus Ali itu menyatakan Erly akan diterima di FK Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk itu, Nakib pun membayar Rp 125 juta.

Namun, Erly terkejut ketika melihat pengumuman UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namanya tidak ada pada daftar mahasiswa baru FK Unpad. Karena telanjur di Bandung, gadis itu tak langsung pulang.

“Erly sempat setengah tahun tinggal di Bandung. Dia kursus keterampilan sambil menunggu janji Ali Yahya,” kata Nakib.

Sudah membayar mahal, Erly saat itu tidak bisa kuliah. Kepastian dia bisa kuliah kedokteran baru terlaksana tiga tahun kemudian. Pada 2006, Ali Yahya membawa Erly ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Awalnya, keluarga merasa ada kejanggalan. Sebab, Erly langsung menempuh studi di semester IV.

Mereka tidak sadar bahwa sang anak masuk Undip dengan membawa berkas transfer palsu dari Unpad (Seakan-akan Erly mahasiswa FK Unpad yang mengajukan pindah ke Undip. Semua data -termasuk transkip nilai- yang mengatur Ali Yahya).

“Namun, saat itu Ali Yahya bilang kami tidak usah ikut campur. Semuanya apa kata dia,” ujar Nakib.

Nakib mengaku kaget mendengar kedok Ali Yahya terbongkar dan kemudian ditahan Polda Jateng. Bukan hanya itu, anaknya kemudian “dipulangkan” oleh kampusnya setelah kejadian itu. Selain rugi uang, Erly rugi waktu mengikuti kuliah yang ternyata sia-sia. Belum lagi tekanan batin.

“Kasihan Erly. Kondisi kesehatannya terus menurun. Kami akan menuntut Ali Yahya. Kami sangat dirugikan. Kami adalah korban kejahatannya,” kata Nakib………………………………………………………………….

ini masih ada korban yang lain. Semoga Kejadian ini tidak terulang lagi yamg mencoreng dunia pendidikan calon dokter di Indonesia.

Incoming search terms:

Share This Post

Related Articles

11 Responses to “Calon dokter dan Fakultas Kedokteran Tertipu???”

  1. pLuTo says:

    ksian yap, pinter2 ketipu…

  2. Adellia says:

    Dari dulu saya gak pernah tergiur jadi dokter, soalnya gak punya banyak duit buat kuliah kedokteran :(
    Lagian, otak nih yang kayaknya gak mau (gak mampu maksudnya) Enakan jadi bloger he…he…he…

  3. badoer says:

    Busyet, enak bnar kuliah lgsung smtr IV, npa g langsung skripsi.. Wah pantesan bnyak kejadian mall praktek

  4. Qimindra says:

    Pluto : terima kasih Boss…ketipu dak??

  5. Qimindra says:

    Pak Adellia :..ajari bisnisnya donk Mas

  6. Silo says:

    Itulah wong wasilahnya dah ndak bener gimana nanti kalau jadi dokter, paling cuma morotin pasien..

    Oh Iya cona KUTAMPInya dibenerin

    Coba hapus file ini Themes\KUTAMPI\images\logo.png
    Sekalian sampeyan ilangin tuh iklan bawaan pakai theme editor di single post, footer, side bar, header, 404 template, cek juga main index.

    di footer ada konakontera.com yang ndak kliatan, hapus juga

  7. ario saja says:

    waduh yang inin keterlaluan boss

  8. ariwolu says:

    Sebagai praktisi dunia pendidikan saya juga ikut prihatin…
    Apalagi ini FK, gimana kalo jadi dokter nanti. Jgn ngasih obatnya gak lengkap lagi….
    Oiya skalian mau tanya kalo mau tnya2 tentang kesehatan, mas fajar ini YM ID nya apa seh???
    BTW salam kenal… tukeran link donks,linknya mas fajar udah tak pasang lho…

  9. gie_punks! says:

    ambil hikmahnya aja dah.

  10. Rehan says:

    Waduh, waduh kok banyak yg pengen jadi dokter yak ? Kalo cuma pengen dapet duit, masih banyak cara lain.
    Ngeblog contohnya.
    Biar jadi dokternya ikhlas, niatnya diperbaiki dulu.
    dokter aja banyak yang ngeblog, saya contohnya,walaupun masih baru (maap jadi promosi)

  11. Upsedy says:

    ????? ???????????? ???? ????????

Leave a Reply

rabbit Vibrator