<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fajar QIMI Online &#187; Wawancara</title>
	<atom:link href="http://fajarqimi.com/category/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fajarqimi.com</link>
	<description>Seorang Dokter yang Belajar Menjadi Prodokter dan Problogger</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 00:36:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gangguan Kencing akibat Penyakit  Saluran Prostat ( BPH)</title>
		<link>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/gangguan-kencing-akibat-penyakit-saluran-prostat-bph/</link>
		<comments>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/gangguan-kencing-akibat-penyakit-saluran-prostat-bph/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 04:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[BPH]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan kencing]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prostat]]></category>
		<category><![CDATA[sulit kencing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasikesehatan.net/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[GANGGUAN saluran kencing bisa saja dialami semua orang. Terlebih pada laki-laki paruh baya adalah gangguan seperti sering bolak-balik ke kamar kecil, merasa kencing tidak tuntas, dan harus menunggu ketika akan berkemih.
Menurut dr Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kemungkinan besar gangguan tersebut berkaitan dengan kelenjar prostat, yang merupakan salah satu organ kelamin pria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a href="http://konsultasikesehatan.net"><img class="alignleft" title="prostat" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj127/qimindra/BPH.jpg" alt="" width="113" height="83" /></a>GANGGUAN saluran kencing</span> </strong>bisa saja dialami semua orang. Terlebih pada laki-laki paruh baya adalah gangguan seperti sering bolak-balik ke kamar kecil, merasa kencing tidak tuntas, dan harus menunggu ketika akan berkemih.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut <a href="http://konsultasikesehatan.net"><span style="color: #008000;"><strong>dr Fajar Rudy Qimindra</strong></span></a> dari <a title="rspb balikpapan" href="http://konsultasikesehatan.net/index.php/2008/03/waspadai-pembesaran-kelenjar-prostat/" target="_blank"><span style="color: #008000;"><strong>Rumah Sakit Pertamina Balikpapan</strong></span></a>, kemungkinan besar gangguan tersebut berkaitan dengan <strong><span style="color: #0000ff;">kelenjar prostat</span>,</strong> yang merupakan salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>”Bila mengalami pembesaran, organ ini akan membuntu saluran tersebut dan menghambat aliran urine dari kandung kemih,” katanya.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Kelenjar prostat</strong></span> berbentuk sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa sekira 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting untuk memproduksi senyawaan pada pembentukan cairan semen.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-463"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah <span style="color: #ff0000;"><strong><em>Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)</em></strong></span> atau pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. Berdasarkan penelitian, jika berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan akan mengalami pembesaran prostat adalah 50 persen. Ketika berusia 80-85 tahun, kemungkinan akan meningkat menjadi 90 persen.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab membesarnya prostat ini sampai sekarang belum diketahui pasti, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan (aging process). Yang dimaksud akibat gangguan hormonal, yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria, maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit pada pria menjadi meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, <strong><span style="color: #0000ff;">gejala BPH dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi)</span>.</strong> Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing atau tetesan urine pada akhir berkemih .</p>
<p style="text-align: justify;">Yang termasuk gejala iritatif (iritasi) adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pengobatannya, tidak semua pasien <strong>BPH</strong> perlu menjalani tindakan medis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apa pun. Tetapi di antara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya semakin parah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa pilihan terapi pasien BPH, di antaranya observasi bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan, obat-obatan yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang bekerja secara hormonal dan berfungsi mengurangi volume prostat. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu, seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan hendaknya dilakukan operasi.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span style="color: #0000ff;">”Bisa juga dengan operasi infasif minimal, yaitu tindakan operasi yang minimal yang ditujukan bagi pasien dengan risiko tinggi pembedahan. Oleh karena itu, bila terdapat gejala-gejala gangguan saluran prostat hendaknya segera dikonsultasikan ke dokter ahli,” tuturnya.(fir)</span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>dikutip dari harian Kaltim Post,Rabu, 16 Juli 2008</strong></p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://search.msn.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="MSN index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<h2>Berlangganan Artikel Gratis</h2>
<p><span style="color: #0000ff;">Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan GRATIS  artikel konsultsi Kesehatan melalui email. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe</span>:</p>
<form style="padding:3px;text-align:center;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post">
<input class="field" style="width: 60%;" name="email" type="text" />
<input name="uri" type="hidden" value="dokteronline" />
<input name="loc" type="hidden" value="en_US" />
<input class="submitbutton" type="submit" value="Subscribe" /> </form>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/gangguan-kencing-akibat-penyakit-saluran-prostat-bph/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan ANTIBIOTIK Yang Rasional dan Benar</title>
		<link>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/penggunaan-antibiotik-yang-rasional-dan-benar/</link>
		<comments>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/penggunaan-antibiotik-yang-rasional-dan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 00:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[antibiotic]]></category>
		<category><![CDATA[antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltim Post]]></category>
		<category><![CDATA[rasional]]></category>
		<category><![CDATA[RSPB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasikesehatan.net/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[MEMANG penyembuhan penyakit dengan antibiotik sering digunakan masyarakat. Ini disebabkan masyarakat begitu mudah mendapatkan antibiotik di pasaran. Saat terserang flu atau peradangan, orang dengan mudah mengobati dirinya sendiri dengan membeli antibiotik.
 Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotika saat ini dibuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MEMANG penyembuhan penyakit dengan <strong>antibiotik</strong> sering digunakan masyarakat. Ini disebabkan masyarakat begitu mudah mendapatkan <strong>antibiotik di pasaran</strong>. Saat terserang flu atau peradangan, orang dengan mudah mengobati dirinya sendiri dengan membeli <strong>antibiotik</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Antibiotika </strong>adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotika saat ini dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut <strong><span style="color: #0000ff;"><a title="RSPB " href="http://fajarqimi.com">dr Fajar Rudy Qimindra</a></span></strong> dari <strong><span style="color: #0000ff;"><a title="konsultasi kesehatan online" href="http://konsultasikesehatan.net" target="_blank">Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB)</a></span></strong>, <strong>antibiotik</strong>a yang ditemukan pada 1928 oleh Alexander Fleming ini, sekarang menghadapi masalah baru berupa kekebalan (resistansi). Karena penggunaannya yang bebas dan tidak sesuai dengan indikasi, sehingga efek dari resistansi ini adalah dikhawatirkan obat tersebut sudah tidak lagi efektif saat terjadi infeksi yang membutuhkan <strong>antibiotika.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span id="more-462"></span></strong>Dikatakannya, selain bahaya kekebalan, efek lain yang bisa terjadi adalah timbulnya reaksi alergi. Alergi adakah mekanisme pertahanan tubuh yang terlalu sensitif. Ia bersifat individual (perseorangan) dan dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti debu, udang, telur, maupun obat-obatan sendiri. Alergi obat ini tidak tergantung pada dosisnya. Misalnya masyarakat menganggap yang mengandung 500 mg termasuk dosis tinggi dan dapat menimbulkan alergi dibanding 200 mg. Padahal setiap jenis antibiotika mempunyai dosis tersendiri yang spesifik.</p>
<p style="text-align: justify;">Reaksi alergi yag timbul bisa bersifat ringan ataupun berat yang sampai mengancam jiwa. Yang ringan seperti gatal, mual, muntah, pusing dan sebagainya. Sedang reaksi yang berat disebut reaksi anafilaksis. Reaksi anafilaksis ini adalah timbulnya kondisi syok pada pasien, yaitu dalam hitungan detik pasien bisa langsung tidak sadar, tetapi begitu mendapat suntikan anti-nya ia akan sadar kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><span style="text-decoration: underline;">Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pasien dan dokter.Seorang dokter akan menanyakan riwayat adanya alergi obat atau tidak,dan pasien wajib mencatat dan mengingat ada riwayat alergi apa saja.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pencegahan reaksi alergi yang lain, biasanya akan dilakukan tes kulit (skin test) untuk antibiotika yang berbentuk suntikan/injeksi. Cara sejumlah kecil dosis obat diencerkan kemudian disuntikkan di bawah kulit.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Jika setelah dilakukan skin test si pasien mengidap alergi, maka timbul akan bentol-bentol di sekitar tempat suntikan. Jika sudah demikian maka pemberian antibiotika tersebut tidak akan diberikan. Dengan kata lain, jika antibiotika tersebut tidak cocok pada tubuh pasien, maka si pasien harus mendapatkan obat lain sebagai penggantinya,” ujar Qimi.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan lebih lanjut, efek samping antibiotika dari penggunaan jangka panjang yang dipikirkan adalah pada organ tubuh yang memecah/mengeluarkan racunnya, yaitu ginjal. Perlu kewaspadaan apabila pada pasien tersebut sudah ada gejala kerusakan ginjal maka harus dipilih antibiotika yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun jangka waktu penggunaan antibiotika ini sangat bervariasi, tergantung pada berat ringannya penyakit yang diderita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk infeksi kuman yang ringan, penggunaan selama tiga sampai lima hari saja biasanya sudah cukup,” kata pria yang sehari-hari tugas di rumah sakit di kawasan Jl Jend Sudirman Balikpapan Selatan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, ungkap Qimi, penggunaan antibiotika secara benar dan rasional memang harus diberikan. Rasional di sini maksudnya, adalah harus sesuai dengan indikasi penyakitnya, sesuai dosisnya, sesuai cara pemberiannya, dan tetap memperhatikan efek sampingnya. Sehingga diharapkan masyarakat menjadi rasional dan tidak berlebihan dalam menggunakan antibiotika sesuai apa yang dikampanyekan oleh Badan kesehatan dunia,WHO.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #993300;"><strong>Beberapa hal yang bisa dianjurkan dalam mengonsumsi antibiotik</strong></span></span>,<span style="color: #339966;"> a<strong>ntara lain sebaiknya jangan sembarangan minum antibiotika yang dibeli sendiri di apotek atau toko obat; untuk pertolongan awal gejala demam, batuk, flu boleh saja minum obat penangkalnya, tetapi jangan mengandalkan antibiotik; selalu berkonsultasi dengan dokter untuk setiap penggunaan antibiotika, dan tanyakan ke dokter tentang cara minum, lama minum dan lain-lain sehingga ada kejelasan.</strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>“</strong><span style="color: #000000;">Baga</span></span><span style="color: #000000;">imana pun antibiotika adalah salah satu obat yang dapat digolongkan sebagai dalam pengawasan dokter. Sehingga resistensi yang terjadi karena penggunaan yang tidak terkontrol benar-benar bisa diminimalkan,” tegas Qimi.(fir)</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Postingan ini merupakan edisi pertama setelah ganti theme yang baru. Jadi mohon maaf, apabila blog konsultasi kesehatan ini masih acak-acakan. </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">dikutip dari harian Kaltim Post  Balikpapan <strong><span style="font-family: verdana,arial; color: #5c5ccf; font-size: xx-small;">Rabu, 23 Juli 2008</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: verdana,arial; color: #5c5ccf; font-size: xx-small;"><br />
</span></strong></p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://search.msn.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="MSN index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/wawancara/penggunaan-antibiotik-yang-rasional-dan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Mr [P] Bisa &#8220;[ Bernapas Lega ]&#8220;</title>
		<link>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/pentingnya-mr-p-bisa-bernapas-lega/</link>
		<comments>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/pentingnya-mr-p-bisa-bernapas-lega/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 03:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaltim Post]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[RSPB]]></category>
		<category><![CDATA[situs konsultasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasikesehatan.net/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[CEPAT atau lambatnya memiliki keturunan tidak hanya dilihat dari frekuensi berhubungan intim saja, namun kualitas sperma pria pun memiliki peranan penting. Bagaimana menjadikan sperma berkualitas?
 Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB)  Fajar Rudy Qimindra mengatakan, tidak semua pria memiliki sperma yang sehat, sehingga menyulitkan bahkan sampai menyebabkan kegagalan pembuahan. “Kualitas sperma menurun akibat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj127/qimindra/fajarqimi.jpg" alt="situs konsultasi kesehatan" width="125" height="125" /><span style="color: #0000ff;"><strong>CEPAT atau lambatnya memiliki keturunan tidak hanya dilihat dari frekuensi berhubungan intim saja, namun kualitas sperma pria pun memiliki peranan penting</strong></span>. <strong>Bagaimana menjadikan sperma berkualitas?</strong></p>
<p><strong> Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan</strong> <strong>(RSPB) </strong> <a title="situs konsultasi kesehatan" href="http://fajarqimi.com" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"><strong>Fajar Rudy Qimindra</strong></span></a> mengatakan, tidak semua pria memiliki sperma yang sehat, sehingga menyulitkan bahkan sampai menyebabkan kegagalan pembuahan. “Kualitas sperma menurun akibat tidak dijaga dengan baik oleh pria,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, memiliki sperma yang berkualitas akan lebih banyak menghasilkan orgasme lebih lama dan dapat meningkatkan hasrat seks.</p>
<p>Ada beberapa tips untuk menjaga kualitas sperma, yaitu<span style="color: #0000ff;"><strong> berhenti merokok atau minuman keras</strong></span>. Menurut Qimi, sapaan akrab dr Fajar Rudy Qimindra, merokok atau sering menenggak minuman keras merupakan kebiasaan buruk. Berdasarkan penelitian, seorang perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;"> Pola makan yang buruk</span></strong> juga memengaruhi kualitas sperma. “Usahakan selalu mengonsumsi makanan yang mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna. Agar kualitas sperma tetap terjaga, perbanyak mengonsumsi makanan yang rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran, dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan,” tuturnya.</p>
<p>Jika Anda <strong><span style="color: #0000ff;">mengonsumsi suplemen setiap har</span></strong>i, usahakan memilih yang berbahan alami, seperti telur dan susu. Selain dipercaya bisa menjaga dan meningkatkan kualitas sperma, suplemen ini juga memberikan energi saat berhubungan seksual.</p>
<p>Di samping itu hindari <span style="color: #0000ff;"><strong>pemakaian celana ketat</strong></span>. Karena celana dalam atau celana panjang yang ketat ternyata akan meyebabkan suhu di sekitar Mr P menjadi panas. Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas sperma, usahakan Mr P berada pada suhu sejuk dibandingkan dengan bagian tubuh yang lainnya. Salah satu caranya dengan melepaskan celana dalam saat malam hari, <span style="color: #0000ff;"><strong>agar Mr P dapat “bernapas lega”</strong></span>.(fir)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarqimi.com/wawancara-media/kaltim-post/pentingnya-mr-p-bisa-bernapas-lega/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
