Demam Berdarah Dengue (DBD) : Sampai Kapan ya??

Demam berdarah atau DBD masih menjadi momok di Indonesia. Tanpa gejala seperti yang dulu difahami masyarakat, misalnya keluar bintik2 merah, mimisan, gusi berdarah,BAB darah, muntah darah dll. Kalau sampai timbul gejala seperti itu berarti sudah terlambat. Jadi harus lebih hati-hati lagi menghadapi Demam Berdarah Dengue ini.

Dr. Fajar Rudy qimindra

Dr Umum RS Pertamina Balikpapan

Dok, Anak saya tahun lalu pernah terkena demam berdarah. Yang ingin saya tanyakan, berhubung maraknya kasus demam berdarah sekarang, apakah masih bisa terkena lagi? Terima kasih 0856337xxxx

Jawab:
Terima kasih atas atensi dan pertanyaannya,
Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh virus dengue yang berhasil dihisap oleh nyamuk aedes aegypti dari penderita ditularkan ke orang lain dengan gejala utama demam mendadak dan adanya tanda-tanda perdarahan
DBD merupakan salah satu manifestasi klinis dari infeksi virus dengue. Yang lainnya seperti pada keadaan yang lebih ringan disebut demam dengue dan yang paling parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS).

Di Indonesia, kasus DBD yang sering disebut juga dengan Dengue Hemorragic Fever (DHF) pertama kali ditemukan di tahun 1968 di Surabaya oleh dr. L. Partana.Sejak itu penyakit ini cenderung meningkat dan menyebar ke seluruh Indonesia. Kejadian luar biasa ditengarai setiap 5 tahun sekarang memendek menjadi 3 tahunan dan setiap tahun harus diwaspadai kejadian luar biasa di bulan – bulan tertentu

Penyebab

Demam dengue dan DHF disebabkan oleh salah satu dari 4 serotipe (sub tipe) virus Dengue . Subtipenya adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi oleh salah satu jenis serotipe ini akan memberikan kekebalan seumur hidup tetapi tidak menimbulkan kekebalan terhadap serotipe yang lain. Sehingga seseorang yang hidup di daerah endemis DHF dapat mengalami infeksi sebanyak 4 kali seumur hidupnya. Kalau berdasar teori infeksi sekunder (the secondary heterologous infection) seseorang bisa terkena sampai 3 kali seumur hidupnya. Jadi kita tetap harus waspada terserang lagi,walau pernah terkena BDB di waktu yang lalu

Gejala
Infeksi oleh virus dengue menimbulkan variasi gejala mulai sindroma virus nonspesifik sampai perdarahan yang fatal.
Gejala awalnya demam tinggi yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 – 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot,dan mual-muntah. Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang kadang disertai bintik-bintik perdarahan di farings dan konjungtiva.
Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri di tulang rusuk kanan dan nyeri seluruh perut. Kadang-kadang demam mencapai 40 – 41 derajat C dan terjadi kejang demam pada bayi.
DHF adalah komplikasi serius dengue yang dapat mengancam jiwa penderitanya, ditandai oleh :

- Demam tinggi yang terjadi tiba-tiba
- Manifestasi perdarahan
- Hepatomegali/pembesaran hati
- Kadang-kadang terjadi syok
Manifestasi perdarahan pada DHF dimulai dari tes torniquet positif dan bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae)
Diagnosa DBD ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah ,yaitu
• Trombositopeni, jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3
• Hemokonsentrasi, jumlah hematokrit meningkat paling sedikit 20% di atas rata-rata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Falsafah ini berlaku untuk mencegah berjangkitnya demam berdarah. Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan:

• Waspada jika ada tetangga radius 100 meter yang terserang demam berdarah. Karena nyamuk Aedes aegypti radius terbangnya 100 meter.
• Untuk mencegah kekurangan cairan dalam tubuh, minum yang banyak.
• Bila ada gejala tersebut di atas segera mendapatkan pengobatan
• Segera lapor ke instansi terkait jika ada anggota keluarga yang menderita demam berdarah, agar segera dilakukan pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa.
• Tempat air yang tidak tertutup, misalnya vas bunga dan penampungan air bubuhkan bubuk abate.
• Kubur atau buang kaleng bekas, botol dan benda-benda lain yang dapat menampung air, agar tidak digunakan untuk tempat berkembang biaknya nyamuk.
• Hindari menggantung pakaian di dalam rumah.
• Jika di daerah Anda sedang dilanda wabah demam berdarah, ada baiknya tidur menggunakan kelambu. – Gunakan pakaian yang menutup seluruh tubuh.
• Semprot obat nyamuk atau menggunakan krim anti nyamuk.

Semoga informasi ini bermanfaat.

PS : Dukung saya ya dalam lomba Blackberry Indosat dengan meng-add Facebook saya menjadi teman Anda..

Klik  link saya :  Facebook.Fajarqimi.com


Incoming search terms:

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

rabbit Vibrator