Dokter Jaga di UGD RS Pertamina Balikpapan Saat hari Raya Idul Fitri

Menjadi dokter jaga  UGD saat hari raya idul Fitri?  Sebuah tugas rutinitas atau sebuah nilai ibadah? Di saat keluarga  yang lain berkumpul merayakan hari raya, saya masih tetap bertugas jaga sebuah unit emergency…Inilah sebuah resiko suatu profesi yang mengharuskan tidakbisa berkumpul dengan keluarga. Profesi lain yang senasib dengan ini seperti penjaga menara bandara, penjaga perbatasan negara, penjaga mercu suar, operator telepon, customer service, perawat , dokter lokasi (Rig offshore), bidan,  atau profesi yang lain, masih banyak lagi ? ada yang mau menambahkan?

Seharusnya suatu profesi itu mempunyai nilai tambah buat kita, bukan hanya sekedar rutinitas tanpa makna. Nilai tambah ibadah adalah sesuatu yang sangat mulia. semoga profesi-profesi yang saya sebut di atas bisa menambahkan nila tersebut sehingga tidak hanya sekedar  tugas semata.

Selamat bertugas Bapak atau Ibu , semoga sukses dan lancar dalam menjalankan profesinya. Amin

diposting saat jaga malam jam 03.40 WITA di ruang dokter jaga RS Pertamina Balikpapan ( RSPB ), Kaltim, menggunakan koneksi internet IM2 broadband 3,5 G


Incoming search terms:

Share This Post

Related Articles

3 Responses to “Dokter Jaga di UGD RS Pertamina Balikpapan Saat hari Raya Idul Fitri”

  1. gie says:

    sip tnang ja ada imbalannya smua.
    pak dok mau tanya tentang hyperbaric dsana, apakah dr nya pendidikan khusus mksud saya spesialis apa?
    trus ada platihan hyperbaric gak dsana?

  2. thegands says:

    mas ini semakin hebat dalam tembak menembak…

  3. [...] dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, DM merupakan penyakit metabolisme terutama menyangkut masalah kemampuan tubuh [...]

Leave a Reply

rabbit Vibrator