Pernah mengalami batul lama yang tidak sembuh- sembuh? Batuk lama memang salah satu kegala penyakit yang bersifat umum. Patut diwaspadai mengarah ke suatu penyakit paru. Berikut ada pertanyaan dari pembaca kaltim Post mengenai batuk lama.
Dok, orang tua saya sudah lanjut usia. Sejak usia 50-an, sering mengeluh batuk-batuk.dan seringnya mengeluarkan dahak. Kadang sembuh, kadang kambuh. Bila kambuh bisa berminggu- minggu.Sudah berobat ke dokter.kenapa ya Dok? Padahal sudah berhenti merokok sejak 5 tahun yang lalu.
Terima kasih
Terima kasih atas pertanyaan Bapak,
Banyak orang yang bisa mencapai umur tua dengan kualitas hidup/ kesehatan yang baik. Akan tetapi di sisi lain ada yang orang yang mencapai usia tua dengan berbagai penyulit penyakit yang ada
Batuk merupakan salah satu keluhan utama di bidang paru yang dialami oleh usia lanjut. Selain batuk keluhan utama yang lain adalah batuk darah ,sesak napas dan nyeri dada.Batuk juga merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan sesuatu atau merespon perubahan di saluran nafas.
Dari keluhan orang tua Bapak yang menyebutkan batuk sudah berlangsung lama berarti sudah mendekati keadaan kronis (lama) dari penyakitnya. Batuk kronis dan berdahak banyak kemungkinannya , antara lain : bronkhitis kronis, TB paru dan penyakit karena faktor alergi juga tidak bisa dikesampingkan.
Bronkhitis kronis didefinisikan sebagai suatu gangguan batuk berdahak yang terjadi tiap hari selama paling kurang enam bulan dan jumlah dahak minimal satu sendok teh.Secara singkat bisa pula dikatakan sebagai penyakit sumbatan saluran napas yang ditandai dengan gejala batuk dan produksi sputum/dahak
Gambaran gejalanya, biasanya orang berusia di atas 45 tahun dengan riwayat merokok atau bekas perokok dan merasa cepat capai bila berjalan cepat, naik tangga. Pada penderita yang sudah berat dapat dilihat pada dada yang menggembung (seperti gentong) dan batuk yang selalu berdahak.
Berbagai hal yang dapat menimbulkan penyakit ini antara lain:
- Merokok
Merokok merupakan temuan yang paling umum berhubungan dengan bronkitis kronis,biasanya diukur dengan jumlah pak pertahunnya.
- Polusi Udara
Insidensi dan angka kematian bronkitis kronis lebih tinggi di daerah perkotaan yang padat industrialisasi.
- Pekerjaan
Bronkitis kronis lebih sering ditemukan pada pekerja yang terpapar debu organik, anorganik atau gas beracun, misalnya pekerja pabrik yang terpapar oleh bahan kimia
- Infeksi .
Terjadinya infeksi apapun penyebabnya bisa menambah parah sakitnya.Mungkin awalnya hanya terjadi iritasi saja tetapi selanjutnya ada tumpangan berupa infeksi.
- Faktor keturunan
Penelitian baru- baru ini menunjukkan bahwa anak dari orang tua perokok dapat menderita penyakit pernafasan lebih sering dan lebih berat, angka kejadian terhadap gejala gangguan pernafasan kronik lebih tinggi. Selain itu perokok pasif (tidak merokok namun tinggal dengan perokok ) mengalami peningkatan kadar karbon monoksida darah yang menunjukkan bahwa pasien juga bermakna terpapar asap rokok lebih tinggi.
Beberapa pemeriksaan untuk mendukung antara lain: foto dada, pemeriksaaan dahak ,tes spirometri (uji kemampuan paru) dan pemeriksaan laboratorium lainnya.
Dari gejala penyakit, pemeriksaaan fisik dan pemeriksaan penunjang tersebut akan ditegakkan diagnosis penyakit ini.
Kami sarankan Bapak membawa orang tua Bapak ke dokter spesialis paru atau ahli penyakit dalam untuk menegakkan diagnosis atas penyakitnya. Semoga lekas mendapatkan penanganan. Terima kasih.































makasih infonya tapi mudah mudahan saya selalu dalam keadaan sehat