Kaltim Post, 15 Februari 2008
Rina (27), salah satu karyawati di perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan, sedang bermuram diri. Pasalnya, sudah hampir lima bulan ini ia mengalami susah tidur. Padahal, berbagai cara sudah ia lakukan. Mulai dari relaksasi, cuti kerja hinggga minum obat-obatan penenang, tapi ternyata tetap saja tidak membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga saat jam kantor, ia sering merasa ngantuk dan terus-terusan menguap. Tak hanya itu, wajahnya yang sekilas mirip Diana Punky ini juga terlihat lesu dan lelah. Kantung matanya pun juga kelihatan mulai menghitam.
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr Fajar Rudy Gimindra, dalam istilah kedokteran dan ilmu psikologi, gangguan tidur yang dihadapi Rina, bisa digolongkan sebagai insomnia. Insomnia (in = tidak; sommus = tidur), berarti berarti gangguan pola tidur seseorang sehingga susah masuk tidur.
Gangguan tidur ini, jelas pria yang akrab disapa dr Qimi, sebenarnya bukan suatu penyakit yang berdiri sendiri, akan tetapi hanya sebuah rambu/alarm bahwa seseorang memiliki problematika psikis/jiwa atau penyakit fisik. Sehingga problem dasar inilah yang harus dicari untuk mengatasi gangguan insomnia ini.
Dikatakan, secara garis besar ada empat faktor penyebab gangguan ini yaitu gangguan psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu, serta kebiasaan buruk seseorang.
”Setidaknya, ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis,” paparnya.
Pada insomnia sementara, terangnya, gangguan tidur hanya beberapa malam saja. Sementara insomnia jangka pendek terjadi karena dipengaruhi oleh stres mendadak yang diderita seseorang. Sedangkan insomnia yang lebih berat dan lebih sulit diobati adalah insomnia kronis. Selain karena dipengaruhi faktor depresi atau psikologis, bisa juga karena pengaruh minuman keras atau minuman yang banyak mengandung kafein, penyakit, pengaruh penggunaan obat tidur atau penenang dalam jangka lama, obat penurun tekanan darah tinggi seperti golongan betablocker.
Lebih lanjut dikatakan, kebiasaan meminum obat penenang tanpa mengetahui kegunaan dan dosisnya tentu akan berefek pada kesehatan tubuh. Kendati efek seketika memang bisa menyelesaikan masalah tidur ini, tetapi tidak untuk efek jangka panjangnya.
”Efek jangka panjang akan berpengaruh seperti efek addiktif (kecanduan), mengganggu konsentrasi hingga berujung pada kerusakan organ tubuh,” ungkap pria yang bertugas di rumah sakit milik Pertamina ini.
Lantas, bagaiamana cara menyiasati dan menghindari insomnia ini?
Qimi menyarankan untuk melakukanlah pola hidup seimbang dalam hal makan, aktivitas kerja, olah raga dan aktivitas lainnya. Segera selesaikan masalah yang ada sehingga tidak bertumpuk-tumpuk dalam diri.
”Berpikirlah secara rasional dalam menyikapi persoalan yanga ada. Sebab, respon abnormal tubuh terhadap pola tidur bisa menyebabkan seseorang menjadi gampang sekali lelah/tertidur ataupun susah tidur,” tegasnya.
Berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan agar tidur terasa nyaman menurut C. Molloy dalam Singer Media.a.l. seperti yang dikutip dr Qimi:
1. Kamar tidur untuk tidur saja, tidak untuk bekerja.
2. Usahakan jadwal makan, tidur dan bangun yang teratur.
3. Jangan menonton film tegang atau menyedihkan menjelang tidur.
4. Olahraga atau senam bisa membantu menghilangkan tekanan mental dan ketegangan otot.
5. Hentikan merokok. Kalau sulit, kurangi rokok pada malam hari. Nikotin dalam rokok dapat mengusir rasa kantuk ataupun tidur nyenyak. Jauhkan minuman mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, paling tidak empat jam sebelum tidur. Kalau malam hari lapar, bisa makan pisang yang mengandung asam amino tryptophan.
6. Hati-hati dengan obat flu yang mengandung phenylpropanolamine atau perangsang lain yang dijual bebas di pasaran. Sulit tidur adakalanya merupakan efek samping dari obat.
7. Hindari juga minuman beralkohol, terutama malam hari. Sebab minuman itu menyebabkan kita sering terbangun malam hari dan bisa menyebabkan insomnia.
8. Relaksasi otot progresif sangat tepat menjelang tidur. Pejamkan mata dan santaikan badan mulai dari ujung jari kaki. Lakukan terus sampai Anda mampu merilekskan seluruh tubuh hingga ketegangan menurun.
9. Kalau tidak bisa tidur, jangan mengatakan, “Saya harus mencoba tidur”. Dalam kenyataan, semakin dicoba semakin sulit. Jika sampai tidak mengantuk sama sekali, tinggalkan tempat tidur. Kerjakan sesuatu yang tidak menegangkan sampai mengantuk.
10. Hindari terlalu lama tidur siang atau sore hari. Jangan mencoba menebus tidur yang terasa kurang. Jangan pula khawatir kalau sekali-kali tidur kurang dari 8 jam.
11. Hindari suara ribut atau lampu yang terlalu terang. (*/dha)
3 Comments Already
suka merinding baca yg kecelakaan itu.. ![]()
turut berduka..kita relakan..
1. Kamar tidur untuk tidur saja, tidak untuk bekerja.
yg ini susah..scr kamar kos serba fungsi
2. Usahakan jadwal makan, tidur dan bangun yang teratur.
ini jg masi alasan anak kos..dah biasa lah telat2 dikit..
3. Jangan menonton film tegang atau menyedihkan menjelang tidur.
ini kok ya ngga ngefek gitu..
11. Hindari suara ribut atau lampu yang terlalu terang.
ya ini agak ngefek..lampu terang..tp kl dah tll capek, silangkan lengan di mata..lewat dah ampe pagi.. ![]()
Makasih Mas, sesama mantan anak kost yg telah merasakan hal2 tsb.
pelajaran buat Dokter untuk berhati2 di jalan.
Related Post
- Terapi Diabetes / Kencing Manis dengan Empat Pilar Pengobatan (October 26th, 2008)
- Jagalah kesehatan Selama Lebaran : Tips sehat untuk Penderita Kencing Manis, Hipertensi, Asam Urat, Hiperkolesterol, dan Alergi Makanan (October 7th, 2008)
- Pertolongan Pertama Mengatasi Diare karena Salah Makanan (October 6th, 2008)
- Tips Memilih Daging dan Bahaya Daging Busuk buat Kesehatan (September 30th, 2008)
- Kerja Lancar saat Puasa : Tips Sehat Saat Berpuasa (September 29th, 2008)





















wah makasih pak dokter.. kayaknya aku termasuk yg ketiga neh.. heuheueh.. merubah pola hidup yach .. berat tapi mesti di coba neh