HUH! Terserang batuk saat kerja, siapa yang tak kesal? Anda perlu menjaga stamina di masa cuaca yang kurang baik di Kaltim saat ini. Kadang di pagi hari hujan, kemudian cuaca panas menyusul di siang hari. Tentunya, beragam penyakit bisa menyerang tubuh jika kondisi tubuh melemah.
Menurut dr Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), batuk merupakan salah satu keluhan utama di bidang paru-paru. Selain batuk, keluhan utama yang lain adalah batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada.
”Batuk juga merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan sesuatu atau merespons perubahan di saluran napas,” tuturnya.
Sedangkan batuk yang berlangsung lama, berarti sudah mendekati keadaan kronis (lama) dari penyakitnya. Batuk kronis dan berdahak banyak kemungkinannya. Antara lain bronkitis kronis, TB paru, dan penyakit karena faktor alergi juga tidak bisa dikesampingkan.
Bronkitis kronis didefinisikan sebagai suatu gangguan batuk berdahak yang terjadi tiap hari selama paling kurang enam bulan dan jumlah dahak minimal satu sendok teh. Secara singkat bisa pula dikatakan sebagai penyakit obstruksi (sumbatan) saluran napas yang ditandai gejala batuk dan produksi sputum atau dahak.
Gambaran kliniknya, biasanya orang berusia di atas 45 tahun dengan riwayat merokok atau bekas perokok dan merasa cepat capek bila berjalan cepat, atau naik tangga. Pada penderita yang sudah berat dapat dilihat pada dada yang menggembung (seperti gentong) dan batuk yang selalu berdahak.
Dikatakan Qimy, sapaan akrab dr Fajar Rudy Qimindra, ada berbagai faktor dapat menimbulkan penyakit ini, antara lain merokok. Disebutkannya, merokok merupakan temuan yang paling umum berhubungan dengan bronkitis kronis, biasanya diukur dengan jumlah pak per tahunnya.
Polusi udara juga memengaruhi insidensi dan angka kematian bronkitis kronis lebih tinggi di daerah urban yang padat industrialisasi.
”Bronkitis kronis lebih sering ditemukan pada pekerja yang terpapar debu organik, anorganik atau gas beracun, misalnya pekerja pabrik plastik yang terpapar oleh bahan kimia. Di samping itu juga infeksi,” jelasnya.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa anak dari orangtua perokok dapat menderita penyakit pernapasan lebih sering dan lebih berat, angka kejadian terhadap gejala gangguan pernapasan kronik lebih tinggi. Selain itu, perokok pasif (tidak merokok namun tinggal dengan perokok) mengalami peningkatan kadar karbon monoksida darah yang menunjukkan bahwa pasien juga bermakna terpapar asap rokok lebih tinggi.
Beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis penyakitnya, antara lain foto rontgen dada, pemeriksaaan dahak, tes spirometri (uji kemampuan paru). Dari gejala penyakit, pemeriksaaan fisik dan pemeriksaan penunjang tersebut akan ditegakkan diagnosis penyakit ini. (fir)































wduh makasih pak DOKTER atas pengetahuanya