Jul 23 2008

Sulit Kencing akibat Gangguan Saluran Prostat

GANGGUAN saluran kencing bisa saja dialami semua orang. Terlebih pada laki-laki paruh baya adalah gangguan seperti sering bolak-balik ke kamar kecil, merasa kencing tidak tuntas, dan harus menunggu ketika akan berkemih.

Menurut dr Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kemungkinan besar gangguan tersebut berkaitan dengan kelenjar prostat, yang merupakan salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir.

”Bila mengalami pembesaran, organ ini akan membuntu saluran tersebut dan menghambat aliran urine dari kandung kemih,” katanya.

Kelenjar prostat berbentuk sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa sekira 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting untuk memproduksi senyawaan pada pembentukan cairan semen.

Salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. Berdasarkan penelitian, jika berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan akan mengalami pembesaran prostat adalah 50 persen. Ketika berusia 80-85 tahun, kemungkinan akan meningkat menjadi 90 persen.

Penyebab membesarnya prostat ini sampai sekarang belum diketahui pasti, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan (aging process). Yang dimaksud akibat gangguan hormonal, yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria, maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit pada pria menjadi meningkat.

Dikatakannya, gejala BPH dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing atau tetesan urine pada akhir berkemih .

Yang termasuk gejala iritatif (iritasi) adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah).

Pada umumnya, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.

Untuk pengobatannya, tidak semua pasien BPH perlu menjalani tindakan medis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apa pun. Tetapi di antara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya semakin parah.

Ada beberapa pilihan terapi pasien BPH, di antaranya observasi bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan, obat-obatan yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang bekerja secara hormonal dan berfungsi mengurangi volume prostat. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.

Bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu, seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan hendaknya dilakukan operasi.

”Bisa juga dengan operasi infasif minimal, yaitu tindakan operasi yang minimal yang ditujukan bagi pasien dengan risiko tinggi pembedahan. Oleh karena itu, bila terdapat gejala-gejala gangguan saluran prostat hendaknya segera dikonsultasikan ke dokter ahli,” tuturnya.(fir)

dikutip dari harian Kaltim Post,Rabu, 16 Juli 2008

9 Comments on this post

Trackbacks

  1. Ronggo said:

    mampung masih muda jaga kesehatan aaahhh

    July 23rd, 2008 at 2:52 am
  2. hakimtea said:

    Ini artikel dari dr. Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan itu ya… :mrgreen: Btw, makasih dok.

    Oya penyebab prostat ini belum jelas ya hanya baru hipotesis… saya pernah denger katanya yang menyebabkan prostat itu karena si “anu” tidak pernah di gunakan “berperang” bener ga pak seperti itu…? :mrgreen:

    July 23rd, 2008 at 6:35 am
  3. Ronggo said:

    ada reviu buat kamu di sini

    July 23rd, 2008 at 6:50 am
  4. alisyah said:

    dampak lainnya (kencing susah) ada gak?

    July 23rd, 2008 at 11:15 am
  5. Putra eka said:

    hmmm harus dicegah dari dini neh kayanya

    July 23rd, 2008 at 1:22 pm
  6. Zalukhu said:

    Kalau saya kebalikannya nih paling sering pipis… kira2 kenapa ya pak dokter?

    July 23rd, 2008 at 10:46 pm
  7. kombor said:

    Bisa dicegah nggak, Dok? Kalau ada hubungannya dengan penuaan, berarti semua lelaki bisa kena dong?

    July 23rd, 2008 at 10:46 pm
  8. ika said:

    bener,, mumpung masih muda yuk kita jaga kesehatan.. hehe

    July 24th, 2008 at 1:44 pm
  9. sapimoto said:

    Saya juga sering malas untuk ke kencing…
    Klo sedang dikantor, jarang sekali saya kencing, kecuali terpaksa karena sudah kebelet banget…
    Biasanya kegiatan tersebut saya lakukan ketika dirumah, setelah pulang atau ketika akan berangkat kantor….

    July 25th, 2008 at 12:39 pm

LEAVE A COMMENT

Subscribe Form

Subscribe to Blog