Puasa sebenarnya merupakan sarana meningkatkan daya tahan tubuh (sistem imun tubuh). Pada saat puasa, beberapa organ tubuh istirahat. Dengan demikian akan meningkatkan antioksidan dalam tubuh .Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun yang secara secara alamiah terjadi dalam tubuh. Dengan demikian puasa memang bisa meningkatkan daya tahan tubuh (sistem imun tubuh). (ringkasan)
Berikut tulisan di rubrik konsultasi kesehatan ,Celoteh, Harian Kaltim Post halaman 23 tanggal 12 September 2008:
Dr. Fajar Rudy Q (http://fajarqimi.com)
Puasa dan Peningkatan Daya Tahan Tubuh (sistem imun Tubuh)
Dok, kenapa kalau puasa bawaannya kok lemas terus. Keluhan nya seperti pusing, lemas kadang muncul. Apakah puasa tidak bisa menambah daya tahan tubuh?
Terima kasih.
0856209xxxx
Jawab:
Terima kasih atas atensinya Bapak / Ibu,
Lemas, pusing, dan mual adalah gejala umum yang seringkali muncul pada awal melaksanakan ibadah puasa. Gejala yang biasa terjadi biasanya sedikit banyak akan mempengaruhi aktifitas kaum muslimin.Sebenarnya puasa tidak menyebabkan seseorang mengalami defisiensi atau malnutrisi, karena tetap ada asupan makanan yang masuk dalam tubuh. Hanya frekuensinya yang berubah.
Makanan merupakan sumber tenaga tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi fisiologinya.Kita mungkin tidak menyadarinya bahwa setiap aktivitas dalam tubuh kita perlu energi. Jantung kita berdenyut tanpa henti, usus yang bergerak untuk menghancurkan makanan,paru kita bernafas, Otak kita berfikir, anggota gerak kita sebagainya semuanya memerlukan tenaga. Sumbernya adalah makanan kita.
Pada saat puasa tubuh akan menggunakan cadangan tenaga dalam badan kita, dimulai dari karbohidrat, lemak dan kemudian protein. Dengan berpuasa maka kita memberi kesenpatann tubuh untuk menggunakan cadangan tersebut.
Perubahan pola makan ini tentunya mempengaruhi jam biologis tubuh manusia. Perubahan ini memerlukan proses adaptasi. Biasanya tubuh akan terasa lemas, ngantuk dan sebagainya. Proses adaptasi ini akan berlangsung selama beberapa hari tergantng kondisi tubuh masing-masing.Semakin cepat adaptasi semakin cepat keluhan-keluhan yang dirasakan diatas hilang.
Dengan adanya proses tersebut, puasa sendiri sebenarnya merupakan sarana meningkatkan daya tahan tubuh. Pada saat puasa, beberapa organ tubuh istirahat. Dengan demikian akan meningkatkan antioksidan dalam tubuh .
Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun yang secara secara alamiah terjadi dalam tubuh.
Kelebihan radikal bebas oksigen itu akan mengurangi aktivitas kerja enzim, sehingga menyebabkan kerusakan dinding sel.Banyak penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang disebabkan dan diperparah oleh adanya senyawa radikal bebas. Sebuah hasil penelitian di Indonesia sebagaiman dikutip Ethical Digest, No.8 menunjukan bahwa puasa akan menekan produksi radikal bebas sekitar 90%, dan meningkatkan antioksidan sekitar 12%. Harapannya dengan berpuasa berarti berkurangnya radikal bebas sehingga akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan meningkatnya daya tahan tubuh diharapkan kita tidak mudah tersering penyakit.
Selamat menjalankan ibadah puasa
Dimuat dalam harian kaltim Post tanggal 12 September 2008, di halaman Celoteh.
Merasa tulisan ini bermanfaat? Atau mau langganan gratis via email setiap ada update postingan? silakan masukan email anda di bawah ini.





















makasi pak dokter buat infonya