Membaca postingannya Bocah dan dari Detikhot tentang Alyssa Soebandono Raba Payudara Setiap Mandi, jadi kepikiran (jangan negatif dulu …) untuk membuat postingan tentang pentingnya SADARI , yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri. Kenapa harus diperiksa….caranya bagimana?, Cirinya bagaimana ?
Berhubung ini tulisan ringan saja maka yang terpenting di sini adalah kewaspadaan kita terhadap bahaya kanker payudara. Terbukti dari fakta bahwa di dunia kanker payudara masih menjadi penyebab kematian kedua terbanyak setelah kanker paru. Bagaimana di Indonesia? Jumlah pasien kanker payudara menduduki urutan kedua setelah penderita kanker serviks (mulut rahim).
Dari fakta ini memang harus ada deteksi dini..ya salah satunya dengan SADARI. Memang masih ada pro dan kontra seberapa besar manfaat SADARI ini. Ada penelitian mengatakan SADARI tidak terbukti memperbaiki harapan hidup dari kanker payudara. Yang jelas dokter harus memberikan keterangan tentang keterbatasan pemeriksaan ini karena hanya dilakukan secara manual .
Apa saja yang diamati dari payudara?
Gejala yang diamati pada umumnya ada tiga hal. Yaitu adanya benjolan , adanya perubahan kulit payudara, dan adanya kelainan puting susunya. Dari benjolan dibedakan antara lain ukuran ,kecepatan pertambahan besar, konsistensi, lepas dari dasar atau tidak, dan lokasinya. Kulit ini secara gampang adanya perubahan sisik, memerah atau tidak, dan bengkak. Perubahan puting susu yang dilihat seperti keluarnya cairan, bentuk puting susu masuk ke dalam seperti lekukan pada jeruk
Jadi perubahan-perubahn ini yang harus diamati. Bila ada perubahan, segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan dilakukan SADARI?
Biasanya dilakukan sebulan satu kali, yaitu pada saat 7-10 hari sesudah menstruasi atau haid. Pada saat itu payudara dalam keadaan lunak karena pengaruh hormonal.
Caranya seperti apa?
Ada gambarnya sebetulnya . Tapi..mungkin pada bahasan yang lebih lengkap bisa ditampilkan. Prinsipnya mengenali tiap lekuk payudara. Bisa dilakukan berdiri atau berbaring dengan posisi tangan diangkat ke atas. Salah satu caranya yaitu jari menyusuri payudara seperti lingkaran obat nyamuk (seperti spiral ) .
Sudah dulu ya…soalnya masih sedang jaga UGD RS Pertamina Balikpapan. Memanfaatkan waktu luang sambil menulis ini. Semoga bermanfaat dan cegah kanker payudara dengan deteksi dini melalui SADARI .





August 25th, 2008 at 6:14 am
Wah judul penelitian cewekku rencananya tentang SADARI ini om, tapi sayang judul doi ditolak sama pihak kampus
August 25th, 2008 at 6:46 am
boleh dipijit ga pak dokter
August 25th, 2008 at 7:02 am
Wah masalah payudara, SADARI bahwa payudara itu penting, baik untuk anak, ibu sendiri maupun yang suka sama payudara.
Ampun deh…
August 25th, 2008 at 10:50 am
Pemerikasaan sedini mungkin memang sangat2 diperlukan p.dokter…makasih banget tips dan Infonya …:D
August 25th, 2008 at 12:13 pm
kalo cowok bisa kena kanker payudara ga bos
kan cowok juga punya payudara.:D
August 25th, 2008 at 1:15 pm
wah…wah….cowok sih bisa kena juga katanya….
August 25th, 2008 at 8:46 pm
Akhir-akhir ini jadi sering banget ketemu dengan orang yang terkena kanker payudara, yang sudah sampe tahap harus diamputasi (bener atau gak istilahnya, Pak?)
@ bocah : kalau menurut informasi yang saya terima, seorang laki-laki juga mempunyai resiko untuk terkena kanker payudara
August 26th, 2008 at 4:06 am
Adieska :..wah kenapa dak di acc ya…atau dah banyak yg neliti kali…
August 26th, 2008 at 4:07 am
kipram ;..maksud loe….pijit dalam artian memeriksa…boleh aja…tentu dilakukan secara profesional….
August 26th, 2008 at 4:08 am
Bapak Sumintar :…….ku..sadari…bahwa..memang…sepertinya………
August 26th, 2008 at 4:09 am
Bu Diah ;..silakn dipraktekkan…
August 26th, 2008 at 4:10 am
Bocah n agung…: semua bisa aja ..tapi kecil kemungkinannya….
August 26th, 2008 at 4:11 am
Sapimoto : istilah amputasi adalah unutk pemotongan anggota gerak seperti kaki atau tangan,…berati kalau payudara diamputasi …..