Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Perokok Rentan Batuk Bronkitis Kronis, Begitu Juga Perokok Pasif

Batuk merupakan salah satu keluhan utama di bidang paru. Batuk juga merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan sesuatu atau merespons perubahan di saluran nafas.

Selain batuk, keluhan utama yang lain di bidang paru ini adalah batuk darah, sesak napas dan nyeri dada.

Menurut Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, batuk yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan berarti sudah mendekati keadaan kronis (lama) dari penyakitnya. Disebutkannya, batuk kronis dan berdahak banyak kemungkinannya adalah bronkitis kronis, Tuberkulosis atau TB paru dan penyakit karena faktor alergi yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai suatu gangguan batuk berdahak yang terjadi tiap hari selama paling kurang enam bulan dan jumlah dahak minimal satu sendok teh. Secara singkat bisa pula dikatakan sebagai penyakit obstruksi (sumbatan) saluran napas yang ditandai dengan gejala batuk dan produksi sputum alias dahak,” terang pria yang akrab disapa dr Qimi

Adapun gambaran kliniknya, jelasnya, biasanya orang berusia di atas usia 45 tahun dengan riwayat merokok atau bekas perokok dan merasa cepat lelah bila berjalan cepat atau naik tangga. Sementara pada penderita yang sudah berat dapat dilihat pada dada yang menggembung seperti gentong dan batuk yang selalu berdahak.

Dijelaskan, berbagai faktor yang dapat menimbulkan penyakit ini antara lain adalah merokok, polusi udara, pekerjaan, infeksi serta familial dan genetik.

Merokok merupakan temuan yang paling umum berhubungan dengan bronkitis kronis, biasanya diukur dengan jumlah pak pertahunnya. Sedangkan polusi udara adalah insidensi dan angka kematian bronkitis kronis lebih tinggi di daerah urban yang padat industrialisasi,” papar Qimi.

Dikatakan, bronkitis kronis lebih sering ditemukan pada pekerja yang terpapar debu organik, anorganik atau gas beracun, misalnya pekerja pabrik plastik yang terpapar oleh bahan kimia.

Lebih lanjut diungkapkan, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa anak dari orang tua perokok dapat menderita penyakit pernafasan lebih sering dan lebih berat, angka kejadian terhadap gejala gangguan pernafasan kronik juga lebih tinggi.

Selain itu, tambahnya, perokok pasif (tidak merokok namun tinggal dengan perokok) mengalami peningkatan kadar karbon monoksida darah yang menunjukkan bahwa pasien juga bermakna terpapar asap rokok lebih tinggi.

Qimi membeberkan, adapun beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis penyakit bronkitis kronis antara lain, foto rongent dada, pemeriksaaan dahak dan tes spirometri (uji kemampuan paru).

”Nah, dari gejala penyakit, pemeriksaaan fisik dan pemeriksaan penunjang tersebut, maka akan ditegakkan diagnosis penyakit ini,” ujarnya.

Untuk menegakkan diagnosis ini, Qimi menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter spesialis paru atau ahli penyakit dalam.

Topik lain tentang bahaya bila ayah merokok  di hadapan anaknya, ada disini:

  1. stop-smoking-apa-bahaya-merokok-buat-perokok-pasif-seri-2/
  2. Bahaya Ayah merokok buat anak-anaknya seri 1

Harian kaltim Post tanggal 21 Oktober 2008, topik celoteh kesehatan ( sub bahasan konsultasi kesehatan paru dan keluhan batuk)

Filed Under: konsultasi kesehatan

Tags:

About the Author: Fajar Rudy Qimindra. Biasa dipanggil Fajar atau QIMI. Seorang DOKTER yang menjadi BLOGGER untuk berbagi manfaat buat sesama. Sehari - hari bekerja di RS PERTAMINA BALIKPAPAN. Secara reguler juga dikirim ke lokasi Oil & Mining Company. Dokter Panggilan,..kata teman2. Blog saya http://Konsultasikesehatan.net atau http://fajarqimi.com. Silakan Berlangganan Gratis artikel saya lewat http://feeds.feedburner.com/dokterOnline

RSSComments (9)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Ijin bookmark pak dokter.. Coba ada 100 dokter kayak pak pajar… indonesia kita bisa sehat pak… nggak cuman percayai mitos aja.. Ya tho? Opo lah salahnya berbagi?

  2. Blogunik says:

    Alhamdulillaah saya ndak merokok…

  3. Daiichi says:

    Saya tidak merokok.. tapi sering dekat dengan orang2 yang merokok, apakah bisa juga disebut perokok pasif..??

  4. dhita says:

    saya telah di diagnosis menderita bronkitis alergi. Sudah 6 bulan berobat sampai pernah dirawat di rumah sakit. Tapi sampai sekarang belum sembuh juga. Segala macam pengobatan sudah saya coba tapi belum sembuh juga. Saya seorang mahasiswa teknik kimia. saya bingung dengan kuliah saya yang terlantar gara gara sakit ini.Tolong beri saran apa pengobatan yang harus saya lakukan

  5. jarwanto says:

    saya perokok berar dari smp klas 2 . saya ingin berhenti tapi susah gmn ya cara brhenti merokok pkai obat ato terapi..awal ny ingn coba coba dan korban dari pergaulan anak muda dan sering patah hati soal wanita akhir nya prustasi merokok lah obat dari ke sakit hati ini

  6. sutriono says:

    saya mau tanya dok resep obatnya apa bila cerita diatas benar adanya… karna bos saya perokok berat dan bila batuk terasa sakit dadanya dan sesak… dan jarang keluar dahak. kalau diapotik obatnya apa terima kasih

    wasalam

  7. Nico says:

    Saya sudah pernah didiagnosa kena bronkitis, sekarang sudah baikan, namun saya tinggal bersama dgn banyak perokok..apa yg harus saya buat?

  8. Nico says:

    katanya, bronkitis juga dapat disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lemah…bagaimana menurut dokter? apakah ada sudara-saudari sekalian yang tahu obat bronkitis yang alami selain obat-obatan kimia, sebab kemungkinan besar obat-obat kimia mempunyai efek samping..terimakasih untuk para saudara yang mau menanggapi pertanyaan saya..sekali lagi,Terimakasih..

  9. [...] “Filternya itu masih diimpor. Kalau bikin filter sendiri kan kita belum bisa. Masyarakat juga nggak tahu,” tambah pria yang memiliki klinik penyembuhan ketergantungan rokok ini. [...]

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.