Siapa Yang berpotensi Menderita #KENCING MANIS?#
By admin on Mar 31, 2009 with Comments 6
PENYAKIT kencing manis sudah banyak dikenal masyarakat berdasarkan informasi media massa. Dalam ilmu kedokteran, penyakit ini disebut dengan Diabetes Mellitus. Diabetes berarti ” mengalir terus” dan mellitus berarti ”manis”. Disebut diabetes karena selalu minum terus dalam jumlah yang banyak (polidipsia) yang kemudian mengalir terus berupa air seni yang banyak (poliuria).
Menurut dokter umum dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, penyakit kencing manis kebanyakan adalah penyakit keturunan, tetapi bukan penyakit menular. Meskipun demikian, apabila ada orang tuanya mengidap penyakit diabetes tersebut, bukan berarti langsung menurun kepada anaknya.
”Memang apabila dibandingkan dengan orang tua yang normal, penderita kencing manis atau diabetisi cenderung mempunyai anak yang juga menderita penyakit tersebut,” kata pria yang akrab disapa dr Qimi ini.
Nah, siapa saja yang mempunyai resiko menderita penyakit kencing manis?
Qimi mengatakan, beberapa di antaranya adalah kedua orang tua yang mengidap penyakit kencing manis, salah satu orang tuanya atau saudaranya kandungnya mengidap penyakit kencing manis, pernah melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg, hipertensi (lebih dari 140/ 90 mmHg), hipercholesterolemia dan sakit jantung, kegemukan, dan penderita penyakit liver (hati) yang kronik dan berat.
Dijelaskan, pada keadaan tersebut perlu dilakukan tes penyaring. Tes ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar gula(glukosa) darah sewaktu dan puasa, kemudian dapat diikuti tes–tes yang lainnya.
Pemeriksaan penyaring ini bertujuan untuk menemukan apakah pasien menderita kencing manis atau tidak, ataupun hanya menderita toleransi glukosa yang terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa yang terganggu (GDPT).
”Pada dua keadaan yang terakhir ini disebut prediabetes. Prediabetes ini merupakan tahapan sementara menuju penyakit kencing manis yang benar-benar. Diharapkan apabila sudah terdeteksi dapat dilakukan penangan yang lebih dini,” kata dr Qimi.
Bagaimana cara pencegahannya penyakit diabetes ini?
dr Qimi mengatakan, pencegahan tersebut diutamakan bagi kelompok yang mempunyai resiko, baik yang belum terkena tetapi berpotensi menjadi pre-diabetes dan diabetes. Memang ada beberapa faktor yang tidak bisa dielakkan seperti orang tua yang menderita kencing manis, umur, tetapi banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk pencegahan.
Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan adalah menurunkan berat badan yang berlebih, melakukan aktifitas fisik atau olahraga, mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol, dan diet yang sehat.
”Diet sehat ditujukan supaya berat badan menjadi ideal dan mengatur jumlah karbohidrat, lemak, protein, serat yang seimbang. Adapun latihan fisik bertujuan untuk mengontrol gula darah, menurunkan berat badan yang berlebih dan meningkatkan kadar kolesterol yang baik (kolesterol HDL),” tandasnya.(dha)
Filed Under: konsultasi kesehatan
About the Author: Fajar Rudy Qimindra. Biasa dipanggil Fajar atau QIMI. Seorang DOKTER yang menjadi BLOGGER untuk berbagi manfaat buat sesama. Sehari - hari bekerja di RS PERTAMINA BALIKPAPAN. Secara reguler juga dikirim ke lokasi Oil & Mining Company. Dokter Panggilan,..kata teman2. Blog saya http://Konsultasikesehatan.net atau http://fajarqimi.com. Silakan Berlangganan Gratis artikel saya lewat http://feeds.feedburner.com/dokterOnline




Selamat Sore…
Salam Kenal dari Balikpapan…
Boleh bertukar link..?
makasih atas info nya, mudah mudahan bermanfaat
siang dok,,
saya mempunyai keluhan utk kulit saya, luka bekas gigitan nyamuk seringkali membekas jika digaruk, dan akan sangat lama menghilangkannya,, apakah tanda2 bekas2 luka yang lama hilang juga termasuk gejala diabetes,, krn ayah saya mengidap penyakit diabetes yg tdk terlalu parah, hny air seninya saja yg dkrubuti semut pd toiletnya.
saya tidak suka mengkonsumsi gula pasir atw makanan yg manis2, tapi saya rajin minum su2 utk menggemukkan badan, bagaimana dok? Tq
dok.. sy ingin bertanya..
jika seseoran yg berusin sekitar 40 tahun yg sudah menderita diabetes dan menderita katarak, ingin melakukan operasi katarak. apakah memungkinkan?
jika iya., kira2 apa operasi katarak cocok.
thanx buat pencerahannya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Minal Aidhin Walfaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
DR.Qimi, saya ingin tahu, gejala saya
menjadi ngantuk sekali setelah makan nasi pada pagi hari, hanya makan nasi, tdk makan
bakmi unpamanya atau roti.
terimakasih Dok,
hilman