<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fajar QIMI Online &#187; stop smoking</title>
	<atom:link href="http://fajarqimi.com/tag/stop-smoking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fajarqimi.com</link>
	<description>Seorang Dokter yang Belajar Menjadi Prodokter dan Problogger</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 00:36:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Stop Smoking, Apa Bahaya Merokok Buat Perokok Pasif? (seri 2)</title>
		<link>http://fajarqimi.com/wawancara-media/stop-smoking-apa-bahaya-merokok-buat-perokok-pasif-seri-2/</link>
		<comments>http://fajarqimi.com/wawancara-media/stop-smoking-apa-bahaya-merokok-buat-perokok-pasif-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 19:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara Media]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltim Post]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kanker]]></category>
		<category><![CDATA[perokok pasif]]></category>
		<category><![CDATA[RSPB]]></category>
		<category><![CDATA[stop merokok]]></category>
		<category><![CDATA[stop smoking]]></category>
		<category><![CDATA[Tribun kaltim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarqimi.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang membuat rokok berbahaya? Menjawab pertanyaan ini, Fajar menjelaskan, “Ratusan hingga ribuan bahan kimia baik padat maupun gas ada dalam rokok. Dari beberapa data, 43 diantaranya positif bersifat karsinogen yang menyebabkan kanker. Rokok juga mengandung nikotin yangmenyebabkan kecanduan dan menurunkan kerja hati. Belum lagi kandungan karbonmonoksida yang menurunkan kadar oksigen dan tar yang merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="color: #0000ff;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Apa yang membuat rokok berbahaya</span></strong></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">? Menjawab pertanyaan ini, Fajar menjelaskan, “Ratusan hingga ribuan bahan kimia baik padat maupun  gas ada dalam rokok. Dari beberapa data, 43 diantaranya positif bersifat karsinogen yang menyebabkan kanker. Rokok juga mengandung nikotin yangmenyebabkan kecanduan dan menurunkan kerja hati. Belum lagi kandungan karbonmonoksida yang menurunkan kadar oksigen dan tar yang merupakan campuran bermacam-macam zat beracun.”</span></p>
<p>Tapi, menurut <a title="dokter RSPB" href="http://fajarqimi.com" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"><strong>Fajar</strong></span></a> yang lebih berbahaya adalah <span style="color: #0000ff;"><strong>asap rokok yang dikeluarkan rokok terbakar</strong></span>. “Asap yang dihisap perokok atau biasa disebut mainstream smoke  besarnya hanya 4%. Sedangkan asap rokok yang dikeluarkan rokok terbakar saat tak dihisap yaitu sidestream smoke besarnya 96% dari total masa pembakaran rokok. Sidestream smoke ini lebih berbahaya bagi kesehatan daripada asap mainstream karena terbakar pada suhu tinggi dan tanpa saringan (filter), lepas ke udara,” katanya.  Campuran kedua jenis asap inilah yang disebut environmental tobacco smoke (ETS). Paparan terhadap ETS disebut <strong><span style="color: #0000ff;">merokok pasif (passive smoking) atau involuntary smoking </span></strong>yang dapat dikatakan terpaksa merokok oleh keadaan.  <span id="more-221"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p>“Nah, yang lebih berbahaya dan ngeri adalah efek tidak langsungnya. Secara umum, perokok pasif memiliki peningkatan risiko untuk terkena <a title="penyakit kanker" href="http://fajarqimi.com/konsultasi-kesehatan/tandakanker-atau-tumor-otak-berkaitan-dengan-sakit-kepala/" target="_blank"><strong>kanker</strong></a> . Populasi yang rentan terhadap asap rokok adalah anak-anak, karena mereka menghirup udara lebih sering daripada orang dewasa. Organ anak-anak juga masih lemah sehingga rentan terhadap gangguan dan masih berkembang . <span style="color: #0000ff;"><strong>Beberapa penyakit saluran nafas dan paru  seperti pneumonia, bronkitis, asma, infeksi paru , dan lain-lain bisa terpicu oleh karena asap rokok</strong></span>,” tambahnya.  Walau sebagian besar ayah tidak <strong>merokok</strong>, tetapi kita tidak menutup mata masih ada ayah yang merokok.  “<span style="color: #0000ff;"><strong>Kalau memang masih belum mampu menghentikan aktifitas tersebut, sebaiknya dengan bijak dan kesungguhan niat mengurangi kuatitas dan kualitas merokok.  Jumlah dan lama merokok semakin hari semakin berkurang. Jika masih merokok sebaiknya tidak merokok di rumah saat anak-anak mereka berada disekitarnya.  Hindari juga  merokok di ruangan tertutup</strong></span>,” lanjutnya.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #ff6600;"><strong>Dimuat di harian Tribun Kaltim hari minggu, tanggal 12 Oktober 2008</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarqimi.com/wawancara-media/stop-smoking-apa-bahaya-merokok-buat-perokok-pasif-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
