Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Terapi Diabetes / Kencing Manis dengan Empat Pilar Pengobatan

dr Fajar Qimi: Diabetes / kencing manis Tidak Akan Sembuh jika Mengandalkan Obat-obatan Semata
DIABETES Mellitus (DM) atau Kencing Manis sebenarnya sudah dikenal sejak 1550 SM di Mesir. Istilah DM sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu, Diabet berarti SHIPON yang artinya mengalir terus, dan Mellitus berarti manis. Dari dua pengertian inilah yang membuat banyak orang mengenal Diabetes Mellitus dengan sebutan kencing manis.

Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, DM merupakan penyakit metabolisme terutama menyangkut masalah kemampuan tubuh untuk menggunakan karbohidrat. Penggunaan karbohidrat sendiri, jelasnya, tergantung pada insulin, yaitu suatu hormon yang diproduksi di pankreas, salah satu organ tubuh manusia.

Pria yang akrab disapa dr Qimi ini menyebutkan, apabila seseorang telah terdiagnosis sebagai DM, maka tidak perlu khawatir dengan penyakit tersebut. Asalkan si pasien mau mengambil langkah-langkah terapi, maka penyakit DM/ kencing manis ini tidaklah berbahaya seperti yang ditakutkan oleh banyak orang.

Tujuan terapi atau pengobatan DM adalah untuk mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya target pengendalian gula darah, dan secara jangka panjang adalah bertujuan mencegah dan menghambat progresivitas penyakit atau komplikasi,” terangnya.

Dijelaskan, tipe utama dari penyakit Diabetes ini sendiri ada dua, yaitu DM tipe I dan DM tipe II. DM tipe I biasa disebut IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Tipe kencing manis yang bergantung dari pemberian insulin ini merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, dan biasanya terjadi pada usia di bawah 20 tahun. Penderita tipe ini selalu memerlukan injeksi insulin untuk mempertahankan hidupnya.

Sementara DM tipe II, yakni NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus), adalah penyakit kencing manis yang dapat terjadi pada semua umur. Akan tetapi lebih sering terdiagnosis pada umur diatas 40 tahun.

“Sebetulnya tubuh masih dapat mensintesis insulin, tetapi sel–sel tubuh tidak efektif menggunakannya. DM tipe II ini mencapai 90 persen jumlahnya dari seluruh penderita kencing manis yang diderita masyarakat,” ungkap dr Qimi.

Lebih lanjut dikatakan, ada empat pilar penatalaksanaan penyakit kencing manis. Pilar pertama adalah edukasi atau pendidikan. Pendidikan di sini, ucapnya, meliputi pentingnya mengendalikan dan memantau DM sampai ke perawatan diri.

Pilar kedua adalah pengaturan gizi dan diet makanan. Menurut dr Qimi, satu kunci keberhasilan pengendalian gula darah adalah masalah pengaturan diet makanan. Pada prinsipnya, keteraturan jadwal, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Pilar selanjutnya adalah latihan jasmani. Olah raga yang dilakukan secara teratur membantu dalam pengelolaan kencing manis. Olah raga bisa dilakukan 2–4 kali dalam seminggu selama 30 menit. Tujuannya, tak lain untuk menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan serta memperbaiki sensitivitas insulin sehingga memperbaiki kendali gula darah,” paparnya.

Adapun latihan jasmani yang dianjurkan, lanjutnya, adalah olahraga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang. Disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani si pasien.

Pilar terakhir adalah terapi Obat atau farmakologis. Terapi ini berupa tambahan pemberian obat-obatan jika sebelumnya sasaran gula darah belum tercapai dengan diet dan latihan jasmani.

“Ibarat sebuah kursi dengan ke empat kakinya, empat pilar ini saling menopang sehingga sebuah kursi bisa tegak berdiri. Jadi, mengandalkan obat–obat antidiabetes saja tidak cukup untuk menyembuhkan penyakit kencing manis ini,” tandas Qimi.(dha)

Posting di sela mengikuti workshop SEO Dak Ribet di Cosa Aranda Network ( CAN)

Dimuat di harian kaltim Post, Sabtu 25 Oktober 2008 di rubrik Celoteh Kesehatan tentang diabetes atau kencing manis

Filed Under: Kaltim PostWawancara Mediakonsultasi kesehatan

Tags:

About the Author:

RSSComments (9)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Ngeri ya diabetes mellitus itu… apakah kalau engga ada riwayat diabet dari orang tua, anaknya kemungkinan kena diabet?

  2. fahry says:

    waduh pak dokter ini, sempat2nya posting padahal lagi workshop hehehe

  3. aha says:

    info bagus banget pak dr… he2

  4. shiro says:

    salam kenal pak Dokter.. waduh udah jauh-jauh dari kalimantan ke surabaya…

    BTW nih dokter bandel juga ya.. bukannya perhatiin workshop malah bikin postingan hehehehe :D

  5. Ardian says:

    Weleh2 ternyata posting artikelnya sambil curi2 waktu ya :D Salut dah ama Pak Dokter, sempet2nya posting sewaktu lagi workshop :) Hehehe2x

  6. Adellia says:

    Kalo saya lebih memilih diet makanan hewani, biar resiko kolesterol gak menghampiri. Sukur2 deh kalo diabet juga jauh. Maklum biaya pengobatannya masih teramat mahal buat saya

  7. Setiaji says:

    Wah pak Dokter, kalo ngerokok gak bikin DM khan yah ? *khawatir

  8. oddie says:

    Nah, ini blog yang aku sukai syarat dengan artikel bagus2.
    Salam kenal
    http://indodiabetes.com

  9. reza says:

    dok gmn cra ngatasi DM???

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.